Keyword

Abu Bakar Ash-Shidiq (2) Abu Daud (1) Abu Hurairah (2) Adab (2) Adam 'Alaihisalam (2) Adu Domba / Namimah (1) Adzab Allah (1) Agama (1) Ahli Bait (1) Ahlul Hadits (9) Ahlussunnah (2) Aib (1) Air Seni (1) Aisyah (1) Akhirat (1) Akhlak (37) Akhlaq (3) Al-Firqatun An-Najiyah (9) Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta (1) Al-Qur'an (11) alam (1) Alam Semesta (4) Ali bin Abi Tholib (1) Aliran Sesat (3) Alkohol (6) Amal (4) Amanah (1) Amirul Mu'minin (1) Anak (1) Anak Cucu dan Mantu Rasulullah (1) Anak Haram (1) Anak Yatim (1) Anak Yatim. Puasa Asyura (1) Aqidah (83) as (1) Asma' Allah (3) At-Tirmidzi (1) Aurat (2) Ayah Dan Ibu (Orang Tua) (2) Ayat Dan Hadits (4) Ayat Kursi (3) Azab Kubur (3) Bantahan (8) Bayi (1) Beda Agama (1) Bejana (1) Belajar Islam (3) Bencong (1) Berenang. Olah Raga (1) Berkah (1) Bersedekap (1) Bid'ah (28) Bid'ah Hasanah (1) Bid'ah Pembagiannya (1) Binatang (2) Biografi (11) Birul Walidain (3) Blogger (1) Bom (2) Buah (1) Buah Manggis (1) Buah Pepaya (1) Buah Pete (1) Buah Semangka (1) Buah Sirsak (5) Bukhary (1) Bulan Muharram (1) Bulan Syawal (1) Bulughul Maram (1) Bunuh (1) Bunuh Diri. (2) Cerai (1) Ceramah (2) Cinta (5) Cinta Nabi (3) Da'i (2) Dajjal (1) Dakwah (8) Dalam Kendaraan Dan Pesawat (1) Daun Salam (1) Debat (1) Dimana Allah (2) Din (1) Do'a (21) Do'a Zakat (2) Duduk Diantara Dua Sujud (1) Duduk Istirahat (1) Dukun (4) Dzikir (9) Dzikir Pagi Dan Petang (4) Etika (1) Faham (3) Fanatik (1) Fatwa (20) Fikih (34) Fikih Ciuman (1) Fiqih (13) Fiqih Shalat (9) Firqah (8) Fitnah (1) Futur (1) Gambar / Lukisan (3) Gereja (1) Ghuluw (7) Golongan (1) Habaib / Habib (2) Haddadiy (1) Hadits (41) Hadits Arba'in (12) Hadits Lemah (7) Hadits Palsu (7) Hajr (1) Halal Haram (3) Halal Haram Makanan Minuman (3) Hamil (10) Hamil Dan Menyusui (9) Hamil Diluar Nikah (1) Harakah (1) Haram (2) Hari Iedul Fitri (2) Hari Raya (7) Harut Dan Marut (3) Hasad (1) Hasmi (1) Hati (11) Hijab (2) Hijab Jilbab Cadar (1) Hipnotis (2) Hisab (2) Hizbiy (1) Hjab Jilbab Cadar (1) Hukum (8) Hutang (3) I'tidal (1) I'tikaf (7) Ibadah (16) Ibnul Jauzi (1) Ibnul Qayyim (1) Idris 'Alaihisalam (1) Ihsan (1) Ikhlas (7) Ilmu (2) Ilmu Agama (2) Ilmu Hadits (11) Ilmu Komputer (1) Ilmu Pengasih / Pelet (1) Ilmu Pengasih / Pelet / Tiwalah (1) Ilmu Pengetahuan (2) Imam (14) Imam Ad-Darimi (1) Imam Ahmad (1) Imam An-Nasa'i (1) Imam Ibnu Majah (1) Imam Malik (1) Imam Muslim (1) Imam Nawawi (12) Imam Syafi'i (20) Iman (4) Imsak (1) Info Dakwah (2) Insan Kamil (1) Islam (2) Isra' Mi'raj (1) Istri (2) Istri-istri Rasulullah (3) ITE (3) Jalalain (1) Jampi / Mantra (1) Jantung (1) Jibril (1) Jihad (5) Jima (1) Jimat / Tamimah (2) Jin (8) Jual Beli (1) Kafir (2) Karomah (1) Kata Aku Dan Kami Dalam Al-Qur'an (2) Kaum Padri (1) Keajaiban (1) Kehidupan (1) Keluarga (2) Keluarga Rasulullah (1) Keraguan / Was-was (1) Kesehatan (20) Khamer (3) Khawarij (2) Khitan (1) Khusyu' (2) Kiamat (10) Kisah Nyata (1) Kisah Teladan (13) Kitab (2) Kubur (6) Laknat (1) Lamar/Pinangan (1) Lemah Lembut (1) Luar Angkasa (1) Maaf (1) Mabuk (2) Mahram (1) Makam / Kuburan (5) Makanan Minuman (1) Maksiat (7) Malaikat (3) Malam Lailatul Qadar (3) Mandi (1) Manhaj Salaf (16) Marah (1) Mashalih Murshalah (1) Masjid (6) Mata 'Ain (1) Maulid Nabi (6) Membungkukkan Badan (2) Mencium Tangan (3) Menyusui (1) Mimpi (1) Minuman (1) Muawiyyah (1) Mubaligh (2) Mudik Lebaran (1) Muhammad Shalallahu'alaihi wa Salam (2) MUI (2) Musik (1) Muslimah (16) Nabi (10) Najd (1) Najis (1) Nasab (1) Nasehat (46) Neraka (4) Niat (7) Niat Puasa Ramadhan (2) Nikah (20) Nikmat Kubur (3) Nyanyian (2) Obat (3) Oral Seks (1) Pacaran (1) Pakaian (1) Paranormal (3) Parfum (1) Pecandu Internet (1) Pegunungan Dieng (1) Pendidikan (2) Pengobatan (2) Penuntut Ilmu (4) Penutup Aurat (1) Penyakit Hati (4) Perbedaan (1) Pernikahan (10) Perpecahan Ahlul Bid'ah (1) Persatuan Ahlussunnah (3) Perselisihan (2) Peta (1) Petasan Mercon Kembang Api (2) Photo (3) Piring (1) Pria (1) Puasa (21) Puasa 3 Hari Tiap Bulan (1) Puasa Arafah (1) Puasa Asyura (2) Puasa Daud (1) Puasa Muharram (1) Puasa Qadha Fidyah (10) Puasa Ramadhan (45) Puasa Senin Kamis (2) Puasa Sunnah (4) Puasa Sya'ban (1) Puasa Syawal (3) Pujian (2) Qadha (9) Qunut (1) Radio (2) Rahasia (1) Ramadhan (48) Ramalan (2) Rambut (1) Rasul (9) Rasulullah (4) Remaja (3) Riba (2) Riya' (3) Rizki (1) Rokok (5) Ruh (2) Ruku' (1) Rukun Iman (2) Rukun Islam (1) Rumah Tangga (2) Ruqyah (2) Sabar (6) Safar (1) Sahabat (12) Sakit (1) Salafiy (14) Salam (2) Sanad (1) Sejarah (1) Seks / Sex (1) Seledri (1) Semir (1) Shahabiyyah (5) Shalat (39) Shalat Dhuha (3) Shalat Ied (4) Shalat Jama'ah (1) Shalat Jum'at (2) Shalat Tarawih (2) Shalawat (3) Shirath Jembatan Diatas Neraka (1) Sifat-sifat Allah (18) Sihir (11) Simbol (1) Suami-Istri (4) Sujud (2) Sum'ah (1) Sunnah (6) Surat (2) Surat Al-'Ashr (1) Surat Al-Fatihah (1) Surat Ibrahim Ayat 27 (1) Surga (6) Sutra (1) Syafa'at (3) Syafi'i (1) Syaikh (1) Syaikh Abdul Aziz Bin Baz (3) Syaikh Abdurrozzaq Bin Abdul Muhsin Al-Abbad (2) Syaikh Ibnu Jibrin (1) Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd (1) Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin (12) Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani (2) Syaikh Muqbil Bin Hadi Al-Wadi'i (1) Syaikh Shalih Fauzan Bin Abdillah Al-Fauzan (4) Syaikhul Islam (3) Syaikhul Islam Abu Ismail Ash-Shabuni (3) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (25) Syair (1) Syaithan / Setan (5) Syari'at (1) Syi'ah (5) Syiah (5) Syirik (18) Ta'addud / Poligami (1) Tabdi (1) Tafsir (7) Tahdzir (1) Tahun Baru (3) Tajwid (1) Takbiiratul Ihram (1) Takdir (2) Takfiri (2) Taklid (1) Talak (1) Tangis (1) Tarahum Mohon Rahmat (1) Tarikh (7) Tasyabuh (9) Tasyahud Akhir (1) TASYAHUD AWWAL (1) Taubat (3) Tauhid (73) Tauhid Asma Wa Sifat (2) Tauhid Rububiyyah (1) Tauhid Uluhiyyah (1) Tawasul (3) Tazkiyatun Nufus (25) Teman (1) Terjemahan Al-Qur'an (1) Tertawa (1) Thaifatul Manshurah (8) Timbangan (1) Tipu Muslihat Abu Salafy (1) Touring (1) Tsa'labah Bin Hathib (1) Turun Sujud (1) TV (2) Ucapan (3) Ujub (8) Ulama (8) Umar bin Khattab (2) Umum (1) Undang-undang (3) Usap Muka (1) Valentine's Day (2) Video (5) Wahabi (2) Wali (2) Wanita (12) Waria (1) Wudhu (3) Wudhu Wanita (1) Zakat (10) Zakat Fitri (9) Zinah (3)
Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 November 2012

SUDAH LAMA "NGAJI" TAPI AKHLAK TIDAK BAIK

Sudah Lama "Ngaji" Tapi Akhlak Tidak Baik



SUDAH LAMA "NGAJI" TAPI AKHLAK TIDAK BAIK
30 Komentar // 10 September 2011

“Akh, ana lebih senang bergaul dengan ikhwan yang akhlaknya baik walaupun sedikit ilmunya”. [SMS seorang ikhwan]
“Kok dia suka bermuka dua dan dengki sama orang lain, padahal ilmunya masyaAlloh, saya juga awal-awal “ngaji” banyak tanya-tanya agama sama dia”. [Pengakuan seorang akhwat]
“Ana suka bergaul dengan akh Fulan, memang dia belum lancar-lancar amat baca kitab tapi akhlaknya sangat baik, murah senyum, sabar, mendahulukan orang lain, tidak egois, suka menolong dan ana lihat dia sangat takut kepada Alloh, baru melihatnya saja, ana langsung teringat akherat”. [Pengakuan seorang ikhwan]

Minggu, 26 Agustus 2012

SEHARUSNYA KITA SELALU MENANGIS

Seharusnya Kita Selalu Menangis



SEHARUSNYA KITA SELALU MENANGIS

Pernahkah Anda menangis -dalam keadaan sendirian- karena takut siksa Allâh Ta’ala? Ketahuilah, sesungguhnya hal itu merupakan jaminan selamat dari neraka. Menangis karena takut kepada Allâh Ta’ala akan mendorong seorang hamba untuk selalu istiqâmah di jalan-Nya, sehingga akan menjadi perisai dari api neraka. Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallambersabda:

hadist

“Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis
karena takut kepada Allâh sampai air susu kembali ke dalam teteknya.
Dan debu di jalan Allâh tidak akan berkumpul dengan asap neraka Jahannam”.
[HR. at-Tirmidzi, no. 1633, 2311; an-Nasâ‘i 6/12; Ahmad 2/505; al-Hâkim 4/260; al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah 14/264. Syaikh Salîm al-Hilâli hafizhahullâh mengatakan, “Shahîh lighairihi”. Lihat penjelasannya dalam kitab Bahjatun Nâzhirîn Syarh Riyâdhus Shâlihîn 1/517; no. 448)

Selasa, 14 Agustus 2012

BERSIHKAN HATI DARI NODA HASAD

Bersihkan Hati Dari Noda Hasad



BERSIHKAN HATI DARI NODA HASAD

Hampir seluruh manusia pernah terjangkiti Hasad. Ibnu Taimiyyah berkata :

وَالْمَقْصُوْدُ أَنَّ " الْحَسَدَ " مَرَضٌ مِنْ أَمْرَاضِ النَّفْسِ وَهُوَ مَرَضٌ غَالِبٌ فَلاَ يَخْلُصُ مِنْهُ إِلاَّ قَلِيْلٌ مِنَ النَّاسِ وَلِهَذَا يُقَالُ : مَا خَلاَ جَسَدٌ مِنْ حَسَدٍ لَكِنَ اللَّئِيْمَ يُبْدِيْهِ وَالْكَرِيْمَ يُخْفِيْهِ

"Maksudnya yaitu bahwasanya hasad adalah penyakit jiwa, dan ia adalah penyakit yang menguasai, tidak ada yang selamat darinya kecuali hanya segelintir orang. Karenanya dikatakan, "Tidak ada jasad yang selamat dari hasad, akan tetapi orang yang tercela menampakkannya dan orang yang mulia menyembunyikannya" (Majmuu' Al-Fataawaa 10/125-126)

Kenapa hasad sulit dihindari?, Ibnu Rojab Al-Hanbali berkata

وَالْحَسَدُ مَرْكُوْزٌ فِي طِبَاعِ الْبَشَرِ وَهُوَ أَنَّ الإِنْسَانَ يَكْرَهُ أَنْ يَفُوْقَهُ أَحَدٌ مِنْ جِنْسِهِ فِي شَيْءٍ مِنَ الْفَضَائِلِ

"Hasad tertanam di tabi'at manusia, yaitu namanya manusia benci jika ada seorangpun –yang sejenis dengannya (sesama manusia)- yang mengunggulinya dalam suatu keutamaan" (Jaami'ul 'Uluum wa al-Hikam hal 327)

Akan tetapi… lantas apakah kita harus pasrah dan mengikuti penyakit hasad yang merongrong hati kita???

MODEL-MODEL UJUB

Model-Model Ujub




Telah lalu pembahasan tentang ujub karena amalan sholeh [ ( lihat "KENAPA MUSTI UJUB : http://www.abdullahissgafa.blogspot.com/2012/08/kenapa-musti-ujub.html " ) dan ( " BERJIHAD MELAWAN UJUB : http://www.abdullahissgafa.blogspot.com/2012/08/berjihad-memerangi-ujub_5694.html " ) ]. Disana ada bentuk-bentuk ujub yang lain sebagaimana yang dijelaskan oleh Abu Haamid Al-Gozaali rahimahullah dalam kitabnya Ihyaa' Uluumiddiin. Beliau rahimahullah menyebutkan ada 8 model ujub, yaitu :


Pertama : Ujub dengan nasab yang tinggi


Al-Ghozaali rahimahullah berkata :

"Ujub dengan nasab yang mulia, sebagaimana ujubnya Al-Haasyimiyah (*yang merupakan ahlul bait), sampai-sampai sebagian mereka menyangka bisa selamat dengan kemuliaan nasabnya dan dengan selamatnya leluhur mereka, dan ia telah diampuni dosa-dosanya. Dan sebagian mereka mengkhayal bahwasanya seluruh manusia adalah budak-budaknya.

Obat ujub ini adalah hendaknya ia mengetahui bahwasanya jika ia menyelisihi perbuatan dan akhlak leluhurnya dan ia menyangka bahwa ia akan ikut serta mereka maka ia adalah orang jahil. Jika ia meneladani leluhurnya maka ujub bukanlah termasuk akhlak leluhurnya, akan tetapi yang merupakan akhlak leluhurnya adalah rasa khouf (takut), merendahkan diri, menghormati manusia, dan mencela nafsu/jiwa mereka. Sungguh mereka (para leluhur) telah mencapai kemuliaan dengan ketaatan dan ilmu serta akhlak-akhlak yang terpuji. Mereka tidak meraih kemuliaan dengan nasab, maka hendaknya ia menjadi mulia dengan perkara-perkara yang menjadikan para leluhurnya mulia.

NGEYEL

N g eee y eeeee l




NGEYEL : Pepeatah Arab : عَنْزَة وَلَوْ طَارَتْ (Kambing meskipun terbang !!!)

Dikisahkan bahwasanya ada dua orang arab yang melihat seekor hewan dari kejauhan, yang pertama berkata : Itu adalah kambing, yang kedua berkata ; Itu adalah burung. Akhirnya keduanya mendekati hewan tersebut, ternyata hewan tersebutpun terbang. maka yang kedua berkata ; Bukankah telah saya katakan itu adalah burung !!. Maka yang pertama dengan PeDe nya dan NGEYELnya berkata : "Itu adalah kambing meskipun terbang".

Sikap ngeyel sering menimpa dua golongan manusia :

PERTAMA: Orang Pintar yang ujub. Dia merasa pendapatnyalah yang terbaik, ide nyalah yang terbagus, sehingga tidak menghargai pendapat orang lain. Akhirnya jika telah nampak bahwa pendapatnya salah dan keliru ia akhirnya ngeyel mempertahankan pendapatnya. Waspadalah jangan sampai anda terjangkiti sikap ngeyel yang menunjukan anda telah terjangkiti penyakit ujub

KEDUA : Orang bodoh tapi merasa pintar. Ia merasa pendapatnya benar, dan ia ngeyel mempertahankannya, padahal semua orang pintar tahu bahwasanya ia telah keliru. Kebodohannyalah yang membuat ia merasa benar dan pintar sehingga iapun ngeyel. Ia bodoh kalau ia adalah orang bodoh. waspadalah jangan sampai anda ngeyel karena kebodohan anda

Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
www.firanda.com

.

BERJIHAD MEMERANGI UJUB

Berjihad Memerangi Ujub


BERJIHAD MEMERANGI UJUB

Sesungguhnya Iblis selalu berusaha menjauhkan anak cucu Adam dari amalan sholeh dan menjerumuskan mereka dalam beragam kemaksiatan, tidak lain agar anak cucu Adam bisa menemaninya di neraka Jahanam abadi salama-lamanya.

Jika Iblis tidak berhasil melakukannya pada sebagian anak cucu Adam dan melihat mereka samangat beribadah dan jauh dari kemaksiatan maka Iblis tidak putus asa…ia tetap terus berusaha agar para pelaku amal sholeh tersebut tetap bisa menemaninya di neraka?.

Iblis memiliki dua senjata yang sangat ampuh untuk menjerat mereka yang rajin beribadah, senjata riyaa' dan senjata ujub. Iblis selalu menyerang mereka dengan dua senjata ini, dan ia tidak peduli apakah ia berhasil menjerat mereka dengan dua senjata ini atau salah satunya.

Maka sungguh binasa orang yang terjerat dua senjata ini…ia beramal dalam keadaan riyaa' sehingga amalannya tidak diterima oleh Allah, dan pada waktu yang sama iapun ujub dan ta'jub dengan amalan sholehnya yang pada hakekatnya tidak diterima oleh Allah. Ia bangga dengan sesuatu yang semu dan fatamorgana…!!!

Ada orang yang selamat dari senjata riyaa' akan tetapi terkena tembakan senjata ujub, sehingga gugurlah pula amalannya.

RIYA' DAN UJUB

Riya' Dan Ujub


Ammar Fauzan 

Ringkasan Kajian Ustadz Firanda Andirja,MA tentang "Bahaya 'Ujub"

Bismillaah.
Ada beberapa penyakit yang dapat merusak amalan, di antaranya adalah penyakit riya' & 'ujub.
Ibnu Mubarok berkata (yang artinya) : "Saya tidak menemui sesuatu yang berbahaya menimpa orang yang beribadah, selain ujub."
Rosululloh -shollallohu 'alaihi wasallam- juga telah mengingatkan bahaya 'ujub :

لَوْ لَمْ تَكُوْنُوا تُذْنِبُوْنَ خَشِيْتُ عَلَيْكُمْ مَا هُوَ أَكْبَرُ مِنْ ذَلِكَ الْعُجْبَ الْعُجْبَ

"Jika kalian tidak berdosa maka aku takut kalian ditimpa dengan perkara yang lebih besar darinya (yaitu) ujub ! ujub !"
(HR Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman no 6868, hadits ini dinyatakan oleh Al-Munaawi bahwasanya isnadnya jayyid (baik) dalam at-Taisiir, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jaami' no 5303)

Kamis, 09 Agustus 2012

SETENGAH ISI SETENGAH KOSONG

Setengah Isi Setengah Kosong


oleh Sabilal Rasyad pada 8 Agustus 2012 pukul 1:25 ·

SETENGAH ISI SETENGAH KOSONG

بسم الله الرحمن الرحيم

Bila memandang sebuah gelas yang setengahnya isi dan setengahnya kosong :

Sebagian orang akan berkata, "Setengahnya kosong", dan Sebagian lain berucap, "Setengahnya isi". Termasuk yang manakah anda ???

Bila yang pertama, berarti hidup anda senantiasa susah dan sengsara, karena anda selalu lupa dengan isi gelas itu.

Dan bila yang kedua, maka anda adalah orang yang optimis, anda selalu lupa dengan yang kosong, dan tak lupa berucap, "Alhamdulillah, masih ada isinya."

Kamis, 05 Juli 2012

SIAPAKAH YANG LAYAK DIBERI AMANAH ???

Siapakah Yang Layak Diberi Amanah ???



oleh Abu Warda pada 10 Oktober 2011 jam 18:39

Kategori Akhlak, Tazkiyatunnufus

Senin, 26 April 2010 15:10:02 WIB

SIAPAKAH YANG LAYAK DIBERI AMANAH ???

Oleh  Abu Abdillah Arief B. bin Usman Rozali

Majalah As-Sunnah http://almanhaj.or.id

بسم الله الرحمن الرحيم 

Betapa menyedihkan, tatkala sifat amanah ini telah hilang dari sebagian kaum Muslimin, apalagi yang sudah “mengaji”. 

Ketahuilah, wahai para pembaca budiman, 
Sebagai seorang yang benar-benar mengaku beriman kepada Allah dan mengaku mengikuti manhaj Salaf yang sempurna dan mulia ini, maka, perhatikanlah baik-baik!

Karena tidak jarang kita mendapatkan khabar tentang si Fulan yang tidak menepati janjinya … berpura-pura lupa … Si Fulan sangat menggampangkan sesuatu yang berkaitan dengan tugasnya … Bahkan … Si Fulan telah menipu rekan bisnisnya … Si Fulan berbohong dan tidak amanah kepada atasannya … Si Fulan menipu ustadznya yang berbisnis dengannya … Sungguh mengherankan, sekaligus memalukan! Wallahul Musta’an, wa laa haula wa laa quwwata illa billah. 

Maka dengan tulisan ini, semoga menjadi penggugah, agar kita menetapi amanah yang telah dipercayakan. Baik berkaitan dengan harta benda, sehingga menjaganya sepenuh hati. Atau masalah tanggung jawab pekerjaan, sehingga menunaikan tugas dengan baik dan meningkatkan etos kerja. Atau sekedar sebuah janji yang diberikan, sehingga harus dipenuhi. Dengan menetapi amanah, kita dapat membangun keindahan dalam bermuamalah. (Redaksi).

Rabu, 04 Juli 2012

KAMU DAN DIA BUKAN MANUSIA SEMPURNA TANPA CELA

❤`•.¸.•❤•..•♥ Kamu Dan Dia Bukan Manusia Sempurna Tanpa Cela ♥•..•❤`•.¸.•❤ 



سهيرا أم رزين
Ndaa UpikInong

Dulu di tengah hangatnya teh panas dan sepotong rotii di pagi hari, saya dan teman-teman satu kos sering ngobrol tentang sosok ikhwan atau suami ideal.

Menurut kami seorang ikhwan yang paham agama pastilah sosok yang amat ‘super’. Super ngemong, sabar, romantis, dan sebagainya, tiada cela dan noda. Dalam pikiran polos kami saat itu, seorang ikhwan itu pasti ittibaussunnah dalam segala hal, termasuk dalam berumah tangga.

Namun seiring berjalannya waktu akhirnya saya menyadari, ternyata dulu kami melupakan satu hal. Yaitu bahwa seorang ikhwan adalah juga manusia, yang tentu saja memiliki sifat “manusiawi”. Mereka pun memiliki sederet masalah, dan mereka bukan malaikat. Jadi, tidak layak tentunya jika berbagai tuntutan kita bebankan kepada mereka.

Kamis, 21 Juni 2012

MUSLIMAH CANTIK, BERMAHKOTA RASA MALU

Muslimah Cantik, Bermahkota Rasa Malu



MUSLIMAH CANTIK, BERMAHKOTA RASA MALU

“Muslimah cantik, menjadikan malu sebagai mahkota kemuliaannya…”
(SMS dari seorang sahabat)

Membaca SMS di atas, mungkin pada sebagian orang menganggap biasa saja, sekedar sebait kalimat puitis. Namun ketika kita mau untuk merenunginya, sungguh terdapat makna yang begitu dalam. Ketika kita menyadari fitrah kita tercipta sebagai wanita, mahkluk terindah di dunia ini, kemudian Allah mengkaruniakan hidayah pada kita, maka inilah hal yang paling indah dalam hidup wanita. Namun sayang, banyak sebagian dari kita—kaum wanita—yang tidak menyadari betapa berharganya dirinya. Sehingga banyak dari kaum wanita merendahkan dirinya dengan menanggalkan rasa malu, sementara Allah telah menjadikan rasa malu sebagai mahkota kemuliaannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

((إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاءُ))

“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” 
(HR. Ibnu Majah, hasan)

SUDAH LAMA "NGAJI" TAPI AKHLAK SEMAKIN RUSAK ?

Sudah Lama "Ngaji" Tapi Akhlak Semakin Rusak ?



SUDAH LAMA "NGAJI" TAPI AKHLAK SEMAKIN RUSAK ?


March 23rd 2012 by Abu Muawiah

Sudah Lama “Ngaji” Tapi Akhlak Semakin Rusak?

“Akh, ana lebih senang bergaul dengan ikhwan yang akhlaknya baik walaupun sedikit ilmunya”. [SMS seorang ikhwan]

“Kok dia suka bermuka dua dan dengki sama orang lain, padahal ilmunya masyaAlloh, saya juga awal-awal “ngaji” banyak tanya-tanya agama sama dia”. [Pengakuan seorang akhwat]

“Ana suka bergaul dengan akh Fulan, memang dia belum lancar-lancar amat baca kitab tapi akhlaknya sangat baik, murah senyum, sabar, mendahulukan orang lain, tidak egois, suka menolong dan ana lihat dia sangat takut kepada Alloh, baru melihatnya saja, ana langsung teringat akherat”. [Pengakuan seorang ikhwan]

Sabtu, 16 Juni 2012

Syarah Hadits Arba'in An-Nawawi 7 : AGAMA ADALAH NASEHAT

Syarah Hadits Arba'in An-Nawawi 7 : Agama Adalah Nasehat


Abu Zubair Adz-Dzaky, 13 April 

HADITS KE-7

الحديث السابع

AGAMA ADALAH NASIHAT 

عن أبي تميم بن أوس الـداري رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال " الدين النصيحة قلنا لمن ؟ قال : لله ولرسوله وللأئمة المسلمين و عامتهم 


Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari radhiallahu 'anh, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim”
[Muslim no. 55]

Selasa, 12 Juni 2012

PACARAN ... ? UDAH ... PUTUSIN AJA !

Pacaran ... ??? Udah ... Putusin Aja !!!


Atin Harmiasih

# Udah Putusin Aja #

1. pacaran itu menjalin silaturahim
"silaturahim itu hubungan kekerabatan, bukan pacaran"

2. pacaran itu bikin semangat belajar
"semangat belajar maksiat?"

3. pacaran itu buat dia bahagia, itu kan amal shalih
"ngarang, btw, telah bahagiakan ibumu? ayahmu?"

Sabtu, 09 Juni 2012

TAHDZIR ULAMA KIBAR TERHADAP JAMA'AH YANG GEMAR MENGHAJR DAN MENTABDI

Tahdzir Ulama Kibar Terhadap Jama'ah Yang Gemar Menghajr Dan Mentabdi’


OKTOBER 13, 2006

أقوال و فتاوى العلماء في التحذير من جماعة الهجر و التبديع

Tahdzir Ulama Kibar Terhadap Jama’ah
Yang Gemar Menghajr Dan Mentabdi’

Oleh : Majmu’ Thullabatil Ilmi

Alih Bahasa : Abu Salma al-Atsari


Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz bin Baz

Al-Allamah, al-Mufti al-Alim, Samahatus Syaikh Abdil Aziz bin Abdullah bin Bazz – rahimahullahu- berkata, sebagaimana termuat dalam harian al-Jazirah, ar-Riyadh, asy-Syirqul Awsath, Sabtu 22/6/1412 H, sebagai berikut :

“Telah merebak di zaman ini tentang banyaknya orang-orang yang menisbatkan diri kepada ilmu (tholibul ‘ilm, pent.) dan terhadap dakwah kepada kebajikan (da’i, pent.) yang mencela kehormatan kebanyakan saudara-saudara mereka para du’at yang masyhur dan memperbincangkan kehormatan (menjelekkan, pent.) para thullabul ‘ilm (penuntut ilmu), para du’at dan khatib (penceramah). Mereka melakukannya secara sirriyah (sembunyi-sembunyi) di dalam majelis-majlis mereka, dan bisa jadi ada yang merekamnya di kaset-kaset kemudian disebarkan kepada manusia. Terkadang pula mereka melakukannya secara terang-terangan di dalam muhadharah ‘am (ceramah umum) di masjid-masjid. Cara ini menyelisihi dengan apa-apa yang diperintahkan Allah dan rasul-Nya, dengan beberapa alasan :

Jumat, 09 Maret 2012

PENUNTUT ILMU TIDAK BOLEH FUTUR, TIDAK BOLEH PUTUS ASA DAN WASPADA TERHADAP BOSAN

Penuntut Ilmu Tidak Boleh Futur, Tidak Boleh Putus Asa Dan Waspada Terhadap Bosan



PENUNTUT ILMU TIDAK BOLEH FUTUR, TIDAK BOLEH PUTUS ASA DAN WASPADA TERHADAP BOSAN
oleh Abu Usamah Guchi pada 4 Maret 2012 pukul 12:59 ·
PENUNTUT ILMU TIDAK BOLEH FUTUR

Oleh : Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Seorang penuntut ilmu tidak boleh futur dalam usahanya untuk memperoleh dan mengamalkan ilmu. Futur yaitu rasa malas, enggan, dan lamban dimana sebelumnya ia rajin, bersungguh-sungguh, dan penuh semangat.

Senin, 20 Februari 2012

Syaikh Prof. DR. Abdurrozzaq Bin Abdul Mukhsin Al-Abbad Al-Badr Hafidzahullah : MENITI JALAN MERAIH KECINTAAN ALLAH

Meniti Jalan Meraih Kecintaan Allah



Syaikh Prof. DR. Abdurrozzaq bin abdul Mukhsin Al-Abbad Al-Badr Hafidzahullah
Ahad, 19 Februari 2012 / 26 Rabi'ul Awwal 1433 H, Istiqlal 2012, Jakarta, Indonesia

Masih Dalam Rangka Safari Dakwah Syaikh Hafidzahullah Di Kota-Kota Indonesia

*^* <> MENITI JALAN MERAIH KECINTAAN ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA <> *^*

Subhanallaah Ribuan Jama'ah menghadiri Istiqlal Pagi tadi
oleh Abu Arsy Anargya pada 19 Februari 2012 pukul 22:03 ·

Minggu, 05 Februari 2012

MISTERI ALAM KUBUR

Misteri Alam Kubur



SERAMNYA ALAM KUBUR
Oleh: Ustadz Zainal Abidin, Lc.

Dari Hani’ Maula Utsman berkata bahwa ketika Utsman bin Affan berdiri di depan kuburan, beliau Menangis hingga air matanya membasahi jenggotnya. Lalu dikatakan kepadanya, “Diceritakan kepadamu tentang Surga dan Neraka kamu tidak menangis, tetapi kamu menangis dari ini.” Maka beliau berkata bahwa Rsulullah صلي الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّ الْقَبْرَ أَوَّلُ مَنْزِلٍ مِنْ مَنَازِلِ الْآخِرَةِ فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ قَالَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا رَأَيْتُ مَنْظَرًا قَطُّ إِلَّا الْقَبْرُ أَفْظَعُ مِنْهُ

“Kuburan adalah awal rintangan dari beberapa rintangan alam akhirat. Jika sukses di alam itu maka setelahnya lebih mudah, dan jika tidak sukses maka setelahnya lebih susah.” Kemudian beliau berkata bahwa Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda, “Tiada pemandangan yang pernah saya lihat melainkan kuburan yang paling menyeramkan.” (Hasan, HR. Tirmidzi dan Ibnu Majjah, lihat Shahihul Jami’ No.5623)

Kamis, 12 Januari 2012

LEMAH LEMBUTLAH DALAM BERTUTUR KATA

Lemah Lembutlah Dalam Bertutur Kata




LEMAH LEMBUTLAH DALAM BERTUTUR KATA

Segala puji bagi Allah, Rabb yang berhak disembah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

Semakin maju zaman, semakin manusia menjauh dari akhlaq yang mulia. Perangai jahiliyah dan kekasaran masih meliputi sebagian kaum muslimin. Padahal Islam mencontohkan agar umatnya berakhlaq mulia, di antaranya adalah dengan bertutur kata yang baik. Akhlaq ini semakin membuat orang tertarik pada Islam dan dapat dengan mudah menerima ajakan. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita perangai yang mulia ini.

Sabtu, 07 Januari 2012

WANITA PENGHUNI SURGA ITU ...

Wanita Penghuni Surga itu ...


WANITA PENGHUNI SURGA ITU ...
oleh Abu Muhammad Herman pada 7 Januari 2012 pukul 8:52

Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku: "Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”  Aku menjawab: “Ya”. Ia berkata: “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: